Sabtu, 07 Mei 2011

Penyuluhan Kesehatan


PENYULUHAN KESEHATAN

Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan secara menyebebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan. Penyuluhan kesehatan adalah gabungan berbagai kegiatan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dmana individu, keluarga, kelompok ato masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bisa dilakukan, secara perseorangan maupun secara kelompok dan meminta pertolongan (effendi, 1998).

Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan kesehatan individu, dan masyarakat. Pendidikan kesehatan tidak dapat diberikan kepada seseorang oleh orang lain, bukan seperangkat prosedur yang harus dilaksanakan atau suatu produk yang harus dicapai, tetapi sesungguhnya merupakan suatu proses perkembangan yang berubah secara dinamis, yang didalamnya seseorang menerima atau menolak informasi, sikap, maupun praktek baru, yang berhubungan dengan tujuan hidup sehat (suliha, dkk., 2002).

Tujuan pendidikan kesehatan adalah (Effendy, 1998)
1)      tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku hidup sehat dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehtan yang optimal.
2)      Terbentuknya perilaku sehat pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan social sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian
3)      Menurut WHO tujaun penyluluhan kesehatan adalah untuk merubah perilaku perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan.

Menurut Effendy, faktor-faktor yang perlu diperhatikan terhadap sasaran dalam keberhasilan penyuluhan kesehatan adalah :
1)      tingkat pendidikan
pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap informasi baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin mudah seseorang menerima informasi yang didapatnya.
2)      tingkat kesehatan
semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang, semakin mudah pula dalam menerima informasi baru.
3)      adat istiadat
pengaruh dari adapt istiadat dalam menerima informasi baru merupakan hal yang tidak dapat diabaikan, karena masyarakat kita masih sangat menghargai dan menganggap sesuatu yang tidak boleh diabaikan.
4)      kepercayaan masyarakat
masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh orang-orang yang sudah mereke kenal, karena sudah timbul kepercayaan masyarakat dengan penyampai informasi.
5)      ketersediaan waktu di masyarakat
waktu penyampaian informasi harus memperhatikan tingkat aktifitas masyarakat untuk menjamin tingkat kehadiran masyarakat dalam penyuluhan.
Metode yang dapat dipergunakan dalam memberikan penyuluhan kesehatan adalah (Notoatmodjo, 2002) :

1)      Metode Ceramah
Adalah suatu cara dalam menerangkan dan menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang kesehatan.



2)      Metode Diskusi Kelompok
Adalah pembicaraan yang direncanakan dan telah dipersiapkan tentang suatu topik pembicaraan diantara 5 – 20 peserta (sasaran) dengan seorang pemimpin diskusi yang telah ditunuk.

3)      Metode Curah Pendapat
Adalah suatu bentuk pemecahan masalah di mana setiap anggota mengusulkan semua kemungkinan pemecahan masalah yang terpikirkan oleh masing-masing peserta, dan evaluasi atas pendapat-pendapat tadi dilakukan kemudian.

4)      Metode Panel
Adalah pembicaraan yang talah direncanakan di depan pengunjung atau peserta tentang sebuah topik, diperlukan 3 orang atau lebih panelis dengan seorang pemimpin.

5)      Metode Bermain Peran
Adalah memerankan sebuah situasi dalam kehidupan manusia dengan tanpa diasakan latihan, dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh kelompok.

6)      Metode Demonstrasi
Adalah suatu cara untuk menunjukkan pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu hal yang telah dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat peraga. Metode ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu besar jumlahnya.

7)      Metode Symposium
Adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang dengan topik yang berlebihan tetapi saling berhubungan erat

8)      Metode Seminar
Adalah suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul untuk membahas suatu masalah dibawah bimbingan seorang ahli yang menguasai bidangnya.
Dalam melakukan penyuluhan kesaharan, maka penyuluh yang baik harus melakukan penyuluhan sesuai dengan langkah-langkah dalam penyuluhan kesehatan masyarakat sebagai berikut (Effendy, 1998) :

1)      mengkaji kebutuhan kesehatan masyarakat.
2)      Menetapakan masalah kesehatan masyarakat
3)      Memprioritaskan masalah yang terlebih dahulu ditangani melalui penyuluhan kesehatan masyarakat.
4)      Menyusun perencanaan penyuluhan
a.       menetapkan tujauan
b.      penentua sasaran
c.       menyusun materi/ isi penyuluhan
d.      memilih metode yang tepat
5)      Menentukan jenis alat peraga yang akan digunakan
6)      Penentuan criteria evaluasi
7)      Pelaksanaan penyuluhan
8)      Penilaian hasil penyuluhan
9)      Tindak lanjut dari penyuluhan

Contoh Aplikasi Satuan Acara Pembelajaran Pada Ibu Hamil Dengan Anemia
I.             Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah dilakukan pembelajaran 2 x pertemuan selama 60 menit, ibu-ibu hamil di Posyandu Sari Melati mampu memahami anemia pada ibu hamil.

II.          Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Setelah pembelajaran diharapkan ibu-ibu hamil di Posyandu sari Melati mampu :
1.      Menjelaskan pengertian anemia pada ibu hamil dengan benar menggunakan bahasanya sendiri.
2.      Menyebutkan minimal 3 penyebab terjadinya anemia pada ibu hamil dengan benar tanpa bimbingan
3.      Menyebutkan minimal 5 tanda dan gejala utama anemia pada ibu hamil dengan tepat secara mandiri
4.      Menjelaskan akibat dari anemia pada ibu hamil dengan benar menggunakan bahasanya sendiri.
5.      Menyebutkan sumber makanan yang banyak mengandung unsure zat besi dan asam folat
6.      Menjelaskan efek samping menggunakan zat besi
7.      Menjelaskan cara mengatasi anemia pada ibu hamil dengan benar tanpa bantuan

III.       Materi Penyuluhan
1.      Pengertian anemia pada ibu hamil
2.      Penyebab anemia pada ibu hamil
3.      Tanda dan gejala anemia pada ibu hamil
4.      Akibat anemia pada ibu hamil
5.      Sumber-sumber makanan yang banyak menganduk zat besi dan asam folat
6.      Efek samping penggunaan zat besi
7.      Cara mengatasi anemia pada ibu hamil
IV.       Metode
1.      Ceramah dan Tanya jawab
2.      Diskusi

V.          Media dan alat peraga
1.      Lembar balik
2.      Leaflet
3.      Alat-alat peraga asli atau tiruan makanan yang banyak mengandung zat besi dan asam folat

VI.       Kegiatan pembelajaran
1.      Pra interaksi
Melakukan evaluasi diri terhadap kesiapan dan kemampuan yang dimiliki emberi penkes atau pemberi penkes untuk memberikan pendidikan kesehatan.
2.      Tahap orientasi selama 5 menit sebagai tahap awal interaksi
a.       Perkenalan
b.      Menyampaikan kontrak waktu
c.       Menympaikan tujuan pendidikan kesehatan
d.      Menyampaikan topik-topik penyuluhan

3.      Tahap kerja selama 40 menit
·         Menyampaikan materi tentang, pengertian anemia pada ibu hamil, penyebab anemia pada ibu hamil.
·         Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang tidak jelas.
·         Klarifikasi hal-hal tersebut pada peserta apakah mengalami hal tersebut.
·         Berikan respon positif, pujian jika peserta dapat bertanya atau menjawab pertanyaan dengan benar.
·         Menyampaikan materi tentang tanda dan gejala anemia pada ibu hamil dan akibat anemia pada ibu hamil.
·         Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang tidak jelas.
·         Klarifikasi hal-hal tersebut pada peserta apakah mengalami hal tersebut.
·         Berikan respon positif, pujian jika peserta dapat bertanya atau menjawab pertanyaan dengan benar.
·         Menyampaikan materi tentang sumber-sumber makanan yang banyak mengandung zat besi dan asam folat dan materi cara mengatasi anemia pada ibu hamil.
·         Menyampaikan materi tentang efek samping penggunaan zat besi.
·         Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal. yang kurang jelas.
·         Menyampaikan materi tentang cara mengatasi anemia pada ibu hamil.
·         Merangkum materi-materi yang telah diberikan.

4.      Tahap terminasi selama 15 menit
a.       Menyimpulkan isi pokok materi penkes yang telah disampaikan
b.      Melakukan evaluasi kepada peserta sesuai dengan tujuan penkes
c.       Tindaklanjut dengan memberikan kepada peserta untuk melakukan saran-saran yang harus diperhatian sesuai dengan materi yang disampaikan
d.      Terminasi, penutup, memberikan salam atau melakukan kontrak baru untuk pertemuan selanjutnya.

VII.    Evaluasi
1.      Apa pengertian anemia pada ibu hamil ?
2.      Sebutkan penyebab anemia pada ibu hamil !
3.      Apa tanda dan gejala anemia pada ibu hamil !
4.      Apa akibat anemia pada ibu hamil ?
5.      Sebutkan sumber-sumber makanan yang banyak mengandung zat besi dan asam folat !
6.      Apa efek samping pemberian zat besi ?
7.      Bagaimana cara mengatasi anemia pada ibu hamil ?

Lampiran
Materi Pendidikan Kesehatan Ibu Hamil Dengan Anemia

1.      Pengertian Anemia Pada Ibu Hamil
Anemia adalah keadaan dimana terjadi kekurangan dara merah dan menurunnya hemoglobin kurang dari 9.5 g/dl dalam tubuh ibu hamil (Hb Normal > 11 g/dl)

2.      Penyebab anemia pada ibu hamil
·         Kebutuhan zat besi dan asam folat yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan darah ibu dan janinnya.
·         Penyakit tertentu : penyakit ginjal, jantung, pencernaan, diabetes mellitus
·         Asupan gizi kurang
·         Cara mengolah makanan yang kurang tepat
·         Kebiasaan makan atau pantangan terhadap makanan tertentu seperti ikan dan sayuran dan buah-buahan.
·         Kebiasaan minum kopi, the bersamaan dengan makan
·         Kebiasaan minum obat penenang dan alkohol

3.      Tanda dan gejala anemia pada ibu hamil
·         Pucat pada mata
·         Kekuningan pada mata
·         Cepat lelah, sering pusing dan sakit kepala
·         Sering terjadi kram kaki
·         Terjadi sariawan, peradangan gusi, peradangan pada lidah dan peradangan pada sudut mulut
·         Pemerikaan hemoglobin <9.5 g/dl
·         Tekanan darah turun
4.      Akibat anemia pada ibu hamil
·         Pada ibu menjadi penuyulit persalinan
·         Resiko syok waktu persalinan
·         Mudah terjadi penyakit selama kehamilan
·         Keguguran, lahir premature
·         Bayi lahir dengan berat badan rendah
·         Kelainan bawaan/ cacat pada janin
·         Kematangan fungsi organ tubuh janin tidak sempurna

5.      Sumber-sumber makanan yang banyak mengandung zat besi dan asam folat :
·         Daging
·         Susu
·         Ikan
·         Sayuran yang hijau
·         Kacang hijau
·         Buah-buahan
·         (lihat daftar makanan yang banyak mengandung zat besi dan asam folat)

6.      Efek samping pemberian zat besi
·         Mual
·         Diare
·         Konstipasi/sembelit

7.      Cara mengatasi anemia pada ibu hamil
·         Indentifikasi penyebab anemia pada ibu hamil
·         Pastikan tanda dan gejala anemia yang terjadi pada ibu hamil
·         Makan makanan yang banyak mengandung zat besi, asam folat
·         Makan yang cukup, 2 kali lipat dari pola makan sebelum hamil
·         Konsumsi vitamin C yang lebih banyak
·         Hindari atau kurangi minum kopi dan the
·         Hindari penggunaan alcohol dan obat-obatan/zat penenang
·         Minum suplemen zat besi (sulfa gerrosus) 90 tablet selama kehamilan
·         Hindari aktivitas yang berat
·         Istirahat yang cukup
·         Timbang berat badan setiap minggu
·         Ukur tekanan dara
·         Periksalah Hb pada tempat pelayanan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Arthur C Guyton, 1997, Buku ajar Fisiologi Kedokteran, Jakarta, EGC
Barbara K Timby, 2007, Indroductory Medical Surgical Nursing, Lippincott William & Wilkins
Boonie S Worthingston-Roberts, 1989, Nutrition in Pregnancy and Lactation, Times Mirror, Mosby College
Brunner & Suddarth’s, 2004, Text book of Medical Surgical Nursing, Lippincott Williams & Wilkins
Ellizabeth J Corwin, 2001, Buku saku Patofisiologi, Alih bahasa : Brahm U Pnedit, Jakarta, EGC
Irene M. Bobak, 1993, Maternity & Gynecologic Care, The Nurse and The Family, Mosby
Irene M. Bobak, 1993, Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Alih Bahasa : Maria A. Wijayarini, Jakarta, EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar